Pertumbuhan ikan kerapu yang dipelihara ditambak udang relatif lebih cepat dibanding dengan pemeliharaan di KJA atau bak yang terbuat dari beton, berdasarkan pengamatan saya selama ini tingkat petumbuhannya bisa mencapai 1,5cm / minggu jadi kalau kita pelihara mulai dari 2,5-3 cm maka dalam satu bulan ukuran ikan tersebut bisa mencapai 8-9 cm, dari sekian jumlah ikan yang ditebar dalam jaring biasanya terdapat sekitar 10% kondisi ikan yang lamban pertumbuhannya ini dikarenakan lambannya melakukan proses sortir atau seleksi ukuran selanjutnya akan dibahas pada artikel selanjutnya mengenai sortir atau grading, sedangkan tanda fisik pada ikan kerapu yang pertumbuhannya normal warna kulit ikan kekuning-kuningan itu dikarenakan faktor warna perairan tambak, warna kulit yang cerah kekuningan tadi menandakan kondisi ikan sehat selain itu tidak ada bercak warna hitan baik pada kulit maupun sirip, ikan terlihat agresif apabila dalam petakan jaring, ikan akan berada didasar dan ketka kita mendekati jaring ikan akan serentak timbul kepermukaan dengan agresif meminta makan. susah juga mengungkapkannya he,he,he kalau kondisi ikan kita sehat
nah sementara kalau kondisi ikan yang kurang sehat atau sakit ciri - cirinya adalah warna tubuhnya gelap kehitaman, apabila didalam jaring dia akan berenang ditepi dan kepermukaan tidak agresif sewaktu diberi pakan posisi renangnya ada yang terbalik punggungnya dibawak sementara perutnya diatas, berenang megap-megap dan kondisi badannya kurus.ciri-ciri lainnya yaitu terdapat luka akibat gesekan dengan jaring pada insang bagian bawannya.
KAKAP PUTIH, KERAPU CANTANG, KERAPU MACAN, NENER, UDANG WINDU, UDANG VANAMEI, LELE, PATIN, NILA, KAN MAS, UDANG GETAK, KEPITING BAKAU
Sunday, 13 December 2009
CIRI - CIRI IKAN KERAPU YANG MENGALAMI STRES PADA PENGANGKUTAN
Saya melakukan pengamatan pada bibit ikan kerapu macan dengan ukuran antara 2,5 - 3 cm yang baru didatangkan dari Bali tepatnya Gondol Singaraja, yang menempuh perjalanan darat dan udara selama kurang lebih 16jam, setelah melakukan aklimatisasi kondisi ikan megap-megap dipermukaan dan warnanya pucat apabila ada keterlambatan proses pengiriman yang diakibatkan oleh delay pesawat terbang yang mana biasanya lama perjalanan bisa ditempuh 16 jam maka akibat keterlambatan tersebut bisa memakan waktu 18 s/d 20jam, tanda-tanda pada kondisi fisik ikan akan terlihat kerusakan pada sirip, punggung, mulut dan ekor, dan berujung pada kematian masal, belum lagi kondisi perairan daerah tujuan memang belum mendukung terutama faktor cuaca, langkah antisipasinya adalah pemberian anti biotik pada ikan yang baru datang atau melakukan repacking sebelum aklimatisasi dengan menambahkan air yang sudah dicampur antibiotik seperti elbaju dengan dosis 5gram/50 liter air laut dibagi sama ratakan seperti contohnya, apabila jumlah ikan yang dikirimkan 30 koli maka 50 liter air laut yang dicampur antibiotik tadi dibagi sama ratakan kedalam 30 koli ikan yang akan direpacking, setelah itu tambahkan oxygen kedalam plastik kemasan lalu ikat seperti semula diamkan selama 15menit.
setelah siap untuk ditebarkan atau setelah proses aklimatisasi buka kembali plastik kemasan yang mana pada masing-masing plastik kemasan sudah ditandai ketika penggantian oxygen tadi supaya plastik yang pertama kali dibuka harus lebih dulu dibuka, biasanya selama kurun waktu 10 jam keatas kondisi ikan sudah mulai membaik dengan ditandai oleh gerakan ikan yang agresip ketika kita beri pakan baik pakan pelet ataupun ikan rucah yang telah dicincang atau digiling, biasanya sehari kemudian ikan sudah rakus makannya, apabila ada ikan pada beberapa jaring yang masih belum sehat dengan ditandainya penyakit pembusukan pada sirip, mulut, punggung dan ekor maka langkah selanjutnya ikan direndam dengan larutan antibioti dalam ember yang diberi airasy selama kurang lebih 1 s/d 2 jam.
setelah siap untuk ditebarkan atau setelah proses aklimatisasi buka kembali plastik kemasan yang mana pada masing-masing plastik kemasan sudah ditandai ketika penggantian oxygen tadi supaya plastik yang pertama kali dibuka harus lebih dulu dibuka, biasanya selama kurun waktu 10 jam keatas kondisi ikan sudah mulai membaik dengan ditandai oleh gerakan ikan yang agresip ketika kita beri pakan baik pakan pelet ataupun ikan rucah yang telah dicincang atau digiling, biasanya sehari kemudian ikan sudah rakus makannya, apabila ada ikan pada beberapa jaring yang masih belum sehat dengan ditandainya penyakit pembusukan pada sirip, mulut, punggung dan ekor maka langkah selanjutnya ikan direndam dengan larutan antibioti dalam ember yang diberi airasy selama kurang lebih 1 s/d 2 jam.
Monday, 30 November 2009
PEMBESARAN IKAN KERAPU DITAMBAK UDANG
saat ini saya bekerja disebuah unit usaha budidaya ikan air payau KERAPU SUMBER ABADI yang merupakan sebuah unit usaha yang menyediakan benih ikan kerapu macan (epinephelus fuscogutattus), kerapu lumpur (epinephelus malabaricus), dan kerapu tikus (epinephelus tauvina) selain itu unit usaha ini juga membina beberapa kelompok pembudidaya udang windu, yang didukung penuh olen Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
pada dasarnya cara usaha budidaya ikan kerapu ditambak tidak jauh berbeda dengan di KJA atau keramba jaring apung hanya saja yang membedakan adalah lokasi budidayanya saja dan pemeliharaan ikan kerapu ditambak pun menggunakan keramba jaring apung atau keramba jaring tancap, pada saat ini saya membudidayakan ikan kerapu pada petakan tambak dicampur dengan ikan bandeng (canos-canos) ikan bandeng gunanya untuk membersihkan sisa- sisa pakan agar tidak terjadi pembusukan didalam tambak, kami mendatangkan bibit dari Bali ukuran 2,5cm s/d 3cm dengan masa pemeliharaan selama 3bulan size ikan 100gr, sampai saat ini survival rate masih rendah yaitu mencapai 70% saja dari target 90%, karena masih terkendala pakan atau musim yang masih harus dipelajari lagi, tetapi hal ini telah membuka sebuah terobosan baru yang mana pada tahun yang lalu masyarakat pembudidaya hanya bisa mebudidayakan ikan kerapu di Keramba Jaring Apung yang rentan terhadap gangguan cuaca sehinngga masih dikatakan belum berhasil,
Saturday, 9 August 2008
budidaya ikan kerapu
.kekayaan laut diwilayah kalimantan barat belum begitu banyak tergali khususnya dalam bidang usaha budidaya, masyarakat sekitar sebagian besar yang tinggal dipesisir sepanjang garis pantai dan kepulauan khususnya daerah padang tikar masih mengandalkan usaha penangkapan, ada sebagian yang mengolah sendiri hasil tangkapannya, beberapa jenis ikan dan udang hasil tangkannya anyara lain :
- udang sungkur, (udang terasi) atau udang rebon (indramayu), udang geragu (banyuwangi)
- udang lobster, tetapi masih dalam skala kecil dari hasil penangkapan umumnya sudah ada penampung hasil penangkapan
- udang getak, (udang ronggeng) juga masih dalam sekala kecil karena keterbatasan sarana penangkapan yang masih tradisional
- kepiting bakau, belum tergali maksimas usaha penangkapan yang masih dijalani hanya beberapa orang saja yang sudah mendapatkan jaminan pemasaran dari sipengepul
- ikan kerapu lumpur, lodi, malabar ikan jenis ini biasanya datang musiman pada bulan-bulan tertentu, adapun cara penangkapannya adalah dengan pancing
dan masih banyak lagi jenis lainnya yang belum tergarap secara maksimal, salah satu hasil dari laut yang menjadi andalan masyarakat disini adalah usaha penangkapan udang rebon, atau udang sungkur, apabila datang musimnya mereka bisa menangkap sekitar belasan ton bahkan lebih dalam satu hari, alat penangkapannya yaitu jermal penduduk sekitar sini menyebutnya berupa bangunan yang terbuat dari kayu atau pohon nibung yang ditempatkan dilaut, pada kolong rumahnya dipasangkan jaring menyerupai kantong dimana udang hasil tangkapan yang masuk akan terkumpul dijaring tersebut.
saya sendiri sengaja dari bali datang langsung ke kalimantan barat dengan harapan bisa mengolah potensi yang ada dikalbar khususnya dalam bidang usaha budidaya, dengan tujuan memberikan wawasan kepada masyarakat sekitar untuk bisa melakukan usaha budidaya dan tidak bergantung dari penangkapan yang sifatnya musiman dan kekayaan laut yang tersedia dengan makin bertambahnya usaha penangkapan lambat laun akan berkurang seiring dengan kemajuan tekhnologi penangkapan.
- udang sungkur, (udang terasi) atau udang rebon (indramayu), udang geragu (banyuwangi)
- udang lobster, tetapi masih dalam skala kecil dari hasil penangkapan umumnya sudah ada penampung hasil penangkapan
- udang getak, (udang ronggeng) juga masih dalam sekala kecil karena keterbatasan sarana penangkapan yang masih tradisional
- kepiting bakau, belum tergali maksimas usaha penangkapan yang masih dijalani hanya beberapa orang saja yang sudah mendapatkan jaminan pemasaran dari sipengepul
- ikan kerapu lumpur, lodi, malabar ikan jenis ini biasanya datang musiman pada bulan-bulan tertentu, adapun cara penangkapannya adalah dengan pancing
dan masih banyak lagi jenis lainnya yang belum tergarap secara maksimal, salah satu hasil dari laut yang menjadi andalan masyarakat disini adalah usaha penangkapan udang rebon, atau udang sungkur, apabila datang musimnya mereka bisa menangkap sekitar belasan ton bahkan lebih dalam satu hari, alat penangkapannya yaitu jermal penduduk sekitar sini menyebutnya berupa bangunan yang terbuat dari kayu atau pohon nibung yang ditempatkan dilaut, pada kolong rumahnya dipasangkan jaring menyerupai kantong dimana udang hasil tangkapan yang masuk akan terkumpul dijaring tersebut.
saya sendiri sengaja dari bali datang langsung ke kalimantan barat dengan harapan bisa mengolah potensi yang ada dikalbar khususnya dalam bidang usaha budidaya, dengan tujuan memberikan wawasan kepada masyarakat sekitar untuk bisa melakukan usaha budidaya dan tidak bergantung dari penangkapan yang sifatnya musiman dan kekayaan laut yang tersedia dengan makin bertambahnya usaha penangkapan lambat laun akan berkurang seiring dengan kemajuan tekhnologi penangkapan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
