Tuesday, 10 January 2017

CARA MEMELIHARA UDANG LIPAN DALAM BAK BETON

Saya pernah mencoba pelihara Udang Lipan dalam bak beton dengan sistem resirkulasi,  artinya sirkulasi air pembuangan disaring dan ditampung dalam tandon penampungan yang kemudian dialirkan lagi kedalam bak, saya pilih udang yang kurus yang belum lama ganti kulit, udang seperti itu cendrung lemah dan mudah mati jadi saya punya inisiatif untuk memelihara dalam bak atau dilakukan proses penggemukan, langkah pemeliharaannya cukup mudah dan sederhana.

Langkah pertama siapkan bak, beri pasir didasar bak secukupnya, isi air dengan kedalaman 30cm, beri aerator kurang lebih 2titik, masukan  pipa pvc ukuran 1.5" atau 2" panjang 20cm kedalam bak lalu susun,  setelah itu masukan udang satu persatu dan amati,  biasanya pertama dimasukan udang terlihat berenang kesana kemari dan terkadang saling bertabrakan dengan yang lainnya,  tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kondisi terswbut biasanya tidak berlangsung lama,  dalam kondisi normal udang cendrung akan banyak diam didasar kolam atau bersembunyi kedalam pipa pvc,  pastikan pasokan listrik tidak terganggu,  apabila listrik padam siapkan generator,  dan dalam kondisi darurat kita bisa mengaduk air kolam dengan gayung supaya ada oxygen yang terlalut kedalam air.

Untuk pemberian pakan, kita bisa memberikan potongan ikan lemuru,  atau tamban,  atau ikan rucah yang dipotong jadi 3bagian, jangan terlalu kecil potongan ikannya, pemberian pakan secara merata cukup dilakukan 1x dalam sehari,  lakukan pembersihan sisa pakan dengan menggunakan serok, pembersihan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas air dalam bak.

Sangat mudah bukan,  apabila berminat silahkan mencobanya,  dan apabila udang sudang gemuk dengan ditandai warna hijau kekuningan maka udang sudah bisa dimasak atau dijual karena punya nilai jual yang cukup tinggi,  selamat mencoba... 

Monday, 9 January 2017

CARA MEMELIHARA IKAN KAKAP PUTIH DI AQUARIUM

Tertarik pelihara ikan Kakap Puti di aquarium?  Perlu dicoba karena sifat agresif ikan Kakap Putih dengan warna silver kehijauan akan memberikan kesan tersendiri bagi anda yang hobi pelihara ikan di aquarium,  selain mudah dari segi perawatan juga pertumbuhan yang cepat apabila kita pelihara di air tawar,  habitat asli ikan Kakap Putih adalah dimuara sungai yang terhubung langsung kelaut dengan salinitas dikisaran 10s/d 24 ppt, jadi kita harus melakukan penyesuai terlebih dahulu dari air asin ke air tawar,  langsung saja kita siapkan alat-alatnya :

1. Aquarium ukuran L30xP100xT50
2. Pompa kecil khusus aquarium 1unit
3. Spon saringan air
4. Aerator
5. Lampu UV (ultra violet)
6. Serokan
7. Bibit ikan Kakap Putih ukuran 5cm 10 ekor

Langkah pertama,  siapkan air laut atau air tawar yang diberi garam kasar non yodium dengan salinitas 24ppt, isi kedalam aquarium dengan ketinggian 25cm, pasang pompa, lampu Ultra Violet dan saringan jangan lupa pasang juga aerator,  kemudian masukan bibit ikan Kakap Putih ukuran 5cm kedalam aquarium tambahkan pula antibiotic elbanyu secukupnya kedalam aquarium,  anti biotic bisa kita dapatkan di toko yang menjual ikan hias,  untuk langkah selanjutnya adalah penyesuaian ikan dari air asin ke air tawar dengan mengurangi volume air dalam aquarium dan menambah dengan air tawar secara bertahap,  jangan sekaligus ya..

Hari pertama biarkan ikan menyesuaikan diri dengan lingkungan aquarium jangan dilakukan pengurangan dan penambahan air dulu,  hari ke2  kurangi volume air dalam aquarium 20%, kalau tinggi air 25cm maka kurangi sebanyak 5cm dan tambahkan air tawar sebanyak 25% kedalam aquarium,  hari ke3 lakukan pengurangan volume air sebanyak 30% dan tambahkan air tawar sebanyak 35%, hari ke4 lakukan pengurangan volume air 35% dan tambahkan air tawar 40%, selanjutnya kita amati dahulu kondisi ikan dengan melihat  pola makannya,  apabila nafsu makannya baik-baik saja maka hari ke6 lakukan pengurangan volume air kembali sebanyak 50% dan tambahkan 50%, lakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari ikan mengalami stres, lakukan pembersihan aquarium secara berkala supaya sisa pakan dan kotoran tidak menyebabkan bau pada air dan bisa meningkatkan kadar amoniak,  pada hari ke7 kita bisa melakukan pengurangan dan penambahan dengan air tawar secara keseluruhan artinya ikan sudah bisa menyesuaikan dengan salinitas rendah,  pemberian pakan dilakukan pada pagi hari sebelum membersihkan kotoran dan pemberian pakan selanjutnya dilakukan pada sore hari, pakan bisa berupa daging ikan atau pelet tergantung mana yang akan kita berikan,  mudah kan???  Selamat mencoba

Sunday, 8 January 2017

CARA MENGANGKUT UDANG LIPAN

Ada yang tahu Udang Lipan,  atau udang Ronggeng atau Udang Getak,  banyak nama juga jenis udang satu ini selain itu jenis udang ini juga punya nilai jual tinggi karena rasanya yang lezat,  memiliki struktur tubuh yang dibungkus cangkang dan memiliki duri-duri yang sangat tajam,  apa bila kurang hati-hati berdampak luka pada tangan kita sehingga untuk menangkapnya perlu keahlian dan kehati-hatian, nah ada beberapa cara yang perlu kita pelajari apabila kita akan menagkap dan membawa udang tersebut secara hidup,  cara ini sangat sederhana dan tidak memerlukan alat yang banyak,  apabila tujuannya untuk dijual kembali ke pengepul atau ke restauran yang jaraknya bisa ditempuh melalui jalur darat dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses transportasinya,  berikut cara yang akan saya jelaskan disini.

1. Peralatan
Udang Lipan tidak bisa dibawa begitu saja alias ditumpuk satu sama lain karena struktur tubuh udang tersebut dipenuhi duri dan bisa mencederai udang-udang lainnya,  maka kita perlu alat sederhana untuk menempatkan udang tersebut dengan posisi tegak dimana ekor kebawah dan kepala diatas,  alat yang kita gunakan adalah plastik mika yang cukup tebal,  karena jenis plastik ini kaku maka bisa bentuk lingkarang membentuk selongsong dan disamakan dengan ukuran tubuh udang yang akan kita kemas,  kita bisa potobg plastik mika tersebut lalu direkatkan dengan lakban disatukan ujung satu dengan ujung satunya lagi,  swhingga dengan alat sederhana ini kita tinggal memasukan udang dimulai dari kepala lalu kita dorong ke ekor plastiknya sampai udang terbungkus semua,  setelah itu barulah kita bisa tempatkan dikeranjang yang biasa untuk membawa kepiting,  setelah itu kita susun satu persatu dengan susunan tegak keatas dimana ekor dibawah dan kepala diatas,  ingat kita membawa udangnya tanpa air alias kering.

Setelah tersusun barulah atasnya kita tutup dengan karung yang dijahit menggunakan tali rafia ketepi keranjang,  ikat dengan kuat ran kencang supaya udang tidak keluar dari selongsongnya.

2. Proses pengangkutan
Apabila kita menggunakan sepeda motor atau mobil bak terbuka maka usahakan ditengah susunan udang kita beri es batu dengan membekukan air mineral botolan lalu dibungkus dengan korang dan ditempatkan ditengah susunan,  hindari sinar matahari langsung dan tidak boleh pula disekap tanpa sirkulasi udara,  sedangkan dengan menggunakan mobil tertutup dianjurkan mobil yang dilengkapi dengan air conditioner (AC) .

Posisi keranjang tidak boleh dibalik atau ditaruh pada posisi miring apalagi ditimpa dengan barang lainnya hal ini membahayakan udang tersebut,  dengan cara diatas udang bisa tahan dengan lama perjalanan maksimal 10jam.

3. Perlakuan terhadap udang ketika sampai pada tujuan pengiriman.
Setelah sampai pada tempat tujuan udang jangan langsung dicemplungkan kedalam kolam,  melainkan kita siram terlebih dahulu dengan air asin sambil diangin-angin siram secara menyeluruh sampai badan udang tersiram oleh air, alangkah bagusnya kalau kita beri kipas angin, setelah kurang lebih 3menit baru kita cemplungkan ke dalam kolam satu persatau sambil dihitung ulang,

Ada jenis udang yang tidak tahan dalam proses pengangkutan sehingga berujung dengan kematian,  hal itu disebabkan oleh udang yang baru ganti kulit atau moulting tanda yang bisa kita lihat dari warna cangkang yang pucat dan isi dalam atau dagingnya yang kurang berisi atau kosong,  kontur cangkang juga cenderung lembut dan udangnya tidak agresif.

Demikian semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan tentang Udang Lipan. 

Friday, 6 January 2017

MEMILIH BIBIT IKAN KAKAP PUTIH YANG BAGUS UNTUK DITEBAR DITAMBAK UDANG

Terkadang kita kesulitan dalam memilih ikan yang akan kita pelihara ditambak, apakah bibit yang akan kita tebar bagus kwalitasnya atau malah kurang bagus,  konsekuensinya kalau bibit ikan yang kita tebar ditambak kurang bagus maka sangat dilematis untuk para petani,  karena yang kita tahu biaya persiapan dari awal hingga akhir untuk penebaran benih sangatlah mahal,  sehingga apabila bibit yang kita tebar kurang bagus maka kita akan mengulang kembali persiapan dari awal,,  ongkosnya jadi tambah besar tentunya, ada beberapa cara yang akan saya bagikan dalam artikel ini semoga bisa membantu sedikit banyaknya para pembudidaya yang akan menyiapkan proses budidaya ikan kakap putih.

1. Pemesanan bibit
Biasanya bibit ikan kakap putih tidak selalu tersedia disetiap wilayah sentra pembudidaya,  saat ini hanya di wilayah Bali saja yang menyediakan benih ikan kakap putih,  pastikan kita memesan bibit yang masih grade A Atau kualitas super,  cara memastikannya dengan menanyakan kepada pihak penjual bahwa kita hanya akan membeli bibit yang bagus,  apabila bibit kurang bagus maka dibuat perjanjian dengan pihak penjual bahwa seandainya bibit tidak bagus maka yang dibayarkan hanya bibit yang sesuai dengan standard yang kita tentukan,  memang gampang-gampang susah juga tetapi hal ini kita lakukan sesuai dengan prinsip-prinsip jual beli artinya kita hanya ingin membeli barang yang sesuai dengan yang kita inginkan.

2. Pendederan
Tentu kita sudah menghitung kapasitas kolam kita dengan asumsi bahwa kita akan memelihara sampai ukuran yang kita targetkan dengan menghitung tingkat kepadatan, jadi kita sudah tau tuh dengan luas kolam sekian meter persegi jumlah bibit yang harus kita tebarkan adalah sekian ribu ekor,  biasanya makin jarang tibgkat kepadatan maka makin cepat proses pemeliharaan,  saran saya yaa jangan terlalu padat lah.

Siapkan satu kolam untuk pendederan, ukurannya jangan terlalu besar karena bibit yang kita dederkan juga ukurannya sangat kecil supaya kita mudah untuk memantau pertumbuhan dari benih yang kita dederkan,  biasanya proses ini memerlukan waktu sekitar 14 hari,  persiapkan kolam pendederan dengan baik dan pastikan pakan alami sudah tersedia dikolam,,  mengenai persiapan pakan alami nanti saya jelaskan pada postingan selanjutnya.  Pastikan juga ketinggian air kolam jangan terlalu tinggi biasanya saya hanya mengisi kolam dengan ketinggian air sekitar 30 s/d 60cm saja, waktu bibit diusia 3hari tebar biasanya sudah kelihatan dengan kita perhatikan secara seksama di tepi kolam,  pakan kita masih mengandalkan pakan alami yaitu plankton atau kita bisa juga menambahkan pakan buatan jika diperlukan,

Pada umur 13 hari tebar kita harus lebih seksama melihat perkembangan benih ikan dengan memasang ancau ditepi kolam, karena ikan kakap putih sifatnya kanibal maka kita harus segera memisahkan ikan yang besar dengan ikan yang masih kecil, apabila sudah terlalu jauh perbedaan ukurannya maka segeralah dipanen untuk selanjutnya dihitung dan dipindahkan ke kolam pembesaran.

3. Proses sortir
Setelah bibit yang kita dederkan sudah 14hari maka lakukan pemanenan dengan mengeringkan kolam pendederan,  proses ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan perlu perlakuan khusus maupun peralatan yang khusus juga, siapkan tempat untuk penyortiran beruba kolam kecil, kita bisa buat dari terpal dengan ukuran 1.5x2m tinggi kolan 30cm  3 unit gunanya untuk menghitung,  memilih dan menempatkan ukuran ikan yang besar,  sedang,  dan kecil, pada proses ini tambahkan pada air kolam penampunga anti biotic selama proses penyortiran,  obat antibiotic bisa kita dapatkan di toko yang jual ikan hias dan perlengkapan akuarium.

4. Proses tebar ke kolam pembesaran
Setelah proses penyortiran dan penghitungan selanjutkan bibit sudah siap dimasukan ke kolam pembesaran,  tentu saja masing-masing kolam sudah kita tentukan jumlah tebarnya maupun ukuran yang sudah kita sortir pada point 3 diatas,  lakukan penebaran secepatnya untuk menjaga supaya bibit tidak stres,  nah demikian penjelasan singkat saya semoga bermanfaat,  apabila ada hal yang kurang silahkan tinggalkan masukan atau pertanyaan pada kolom komentar,  sekian dan terima kasih.