Saturday, 28 January 2017

CARA MEMILIH KEPITING TELUR

Bagi anda yang hobi dengan aneka resep masakan olahan kepiting terutama kepiting yang bertelur,  saya akan jelaskan tentang bagai mana cara memilih kepiting bertelur,  kepiting yang saya maksud disini adalah jenis kepiting bakau,  pertama kita harus kenali jenis kepiting jantan dan kepiting betina secara kasat mata bisa kita bedakan mana yang jantan dan betina dilihat dari bentuk cangkang dan jepitnya,  kalau yang jantan memiliki cangkang yang relatif lebih kecil berbentuk segi tiga dan jepit yang lebih besar,  sedangkan yang betina memiliki cangkang yang cendrung lebih bulat dan jepitnya yang lebih kecil, dibawah ini adalah contoh kepiting betina, terdapat Pembungkus diperutnya,  biasanya untuk menyimpan telur yang akan ditetaskan ketika telur sudah matang dan berwarna kemerahan,  nah,, untuk mengetahui apakah kepiting tersebut sudah bertelur atau belum bukan dilihat daru perutnya, melainkan dari ekornya atau pantatnya,  tepatnya diujung antara cangkang dan perutnya,  bila kita amati secara seksama ada celah yang memisahkan antara punggung dan perutnya.

Langkah pertama ambil sendok teh dan lampu senter,  masukan ujung sendok diantara celah cangkang dan pantatnya kemudian amati dengan lampu senter,  apabila bertelur maka akan terlihat berwarna kuning,  orange,  atau merah,  warna juga menjadi indikator kualitas telur kepitibg tersebut,  jika warnanya kuning pucat biasanya telurnya masih sedikit,  jika warnanya orange kondisi telurnya belum maksimal artinya ada telur tetapi belum banyak,  dan warna merah itu indikasi bahwa telur sudah banyak,  biasanya kepiting bertelur dagingnya tidak terlalu padat,  kalau sudah selesai memilih segeralah dibersihkan,  dengan mengupas cangkangnya,  lakukan secara perlahan dan hati-hati untuk menjaga supaya telur tidak terlepas,  selamat mencoba.. 

Tuesday, 10 January 2017

CARA MEMELIHARA UDANG LIPAN DALAM BAK BETON

Saya pernah mencoba pelihara Udang Lipan dalam bak beton dengan sistem resirkulasi,  artinya sirkulasi air pembuangan disaring dan ditampung dalam tandon penampungan yang kemudian dialirkan lagi kedalam bak, saya pilih udang yang kurus yang belum lama ganti kulit, udang seperti itu cendrung lemah dan mudah mati jadi saya punya inisiatif untuk memelihara dalam bak atau dilakukan proses penggemukan, langkah pemeliharaannya cukup mudah dan sederhana.

Langkah pertama siapkan bak, beri pasir didasar bak secukupnya, isi air dengan kedalaman 30cm, beri aerator kurang lebih 2titik, masukan  pipa pvc ukuran 1.5" atau 2" panjang 20cm kedalam bak lalu susun,  setelah itu masukan udang satu persatu dan amati,  biasanya pertama dimasukan udang terlihat berenang kesana kemari dan terkadang saling bertabrakan dengan yang lainnya,  tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kondisi terswbut biasanya tidak berlangsung lama,  dalam kondisi normal udang cendrung akan banyak diam didasar kolam atau bersembunyi kedalam pipa pvc,  pastikan pasokan listrik tidak terganggu,  apabila listrik padam siapkan generator,  dan dalam kondisi darurat kita bisa mengaduk air kolam dengan gayung supaya ada oxygen yang terlalut kedalam air.

Untuk pemberian pakan, kita bisa memberikan potongan ikan lemuru,  atau tamban,  atau ikan rucah yang dipotong jadi 3bagian, jangan terlalu kecil potongan ikannya, pemberian pakan secara merata cukup dilakukan 1x dalam sehari,  lakukan pembersihan sisa pakan dengan menggunakan serok, pembersihan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas air dalam bak.

Sangat mudah bukan,  apabila berminat silahkan mencobanya,  dan apabila udang sudang gemuk dengan ditandai warna hijau kekuningan maka udang sudah bisa dimasak atau dijual karena punya nilai jual yang cukup tinggi,  selamat mencoba... 

Monday, 9 January 2017

CARA MEMELIHARA IKAN KAKAP PUTIH DI AQUARIUM

Tertarik pelihara ikan Kakap Puti di aquarium?  Perlu dicoba karena sifat agresif ikan Kakap Putih dengan warna silver kehijauan akan memberikan kesan tersendiri bagi anda yang hobi pelihara ikan di aquarium,  selain mudah dari segi perawatan juga pertumbuhan yang cepat apabila kita pelihara di air tawar,  habitat asli ikan Kakap Putih adalah dimuara sungai yang terhubung langsung kelaut dengan salinitas dikisaran 10s/d 24 ppt, jadi kita harus melakukan penyesuai terlebih dahulu dari air asin ke air tawar,  langsung saja kita siapkan alat-alatnya :

1. Aquarium ukuran L30xP100xT50
2. Pompa kecil khusus aquarium 1unit
3. Spon saringan air
4. Aerator
5. Lampu UV (ultra violet)
6. Serokan
7. Bibit ikan Kakap Putih ukuran 5cm 10 ekor

Langkah pertama,  siapkan air laut atau air tawar yang diberi garam kasar non yodium dengan salinitas 24ppt, isi kedalam aquarium dengan ketinggian 25cm, pasang pompa, lampu Ultra Violet dan saringan jangan lupa pasang juga aerator,  kemudian masukan bibit ikan Kakap Putih ukuran 5cm kedalam aquarium tambahkan pula antibiotic elbanyu secukupnya kedalam aquarium,  anti biotic bisa kita dapatkan di toko yang menjual ikan hias,  untuk langkah selanjutnya adalah penyesuaian ikan dari air asin ke air tawar dengan mengurangi volume air dalam aquarium dan menambah dengan air tawar secara bertahap,  jangan sekaligus ya..

Hari pertama biarkan ikan menyesuaikan diri dengan lingkungan aquarium jangan dilakukan pengurangan dan penambahan air dulu,  hari ke2  kurangi volume air dalam aquarium 20%, kalau tinggi air 25cm maka kurangi sebanyak 5cm dan tambahkan air tawar sebanyak 25% kedalam aquarium,  hari ke3 lakukan pengurangan volume air sebanyak 30% dan tambahkan air tawar sebanyak 35%, hari ke4 lakukan pengurangan volume air 35% dan tambahkan air tawar 40%, selanjutnya kita amati dahulu kondisi ikan dengan melihat  pola makannya,  apabila nafsu makannya baik-baik saja maka hari ke6 lakukan pengurangan volume air kembali sebanyak 50% dan tambahkan 50%, lakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari ikan mengalami stres, lakukan pembersihan aquarium secara berkala supaya sisa pakan dan kotoran tidak menyebabkan bau pada air dan bisa meningkatkan kadar amoniak,  pada hari ke7 kita bisa melakukan pengurangan dan penambahan dengan air tawar secara keseluruhan artinya ikan sudah bisa menyesuaikan dengan salinitas rendah,  pemberian pakan dilakukan pada pagi hari sebelum membersihkan kotoran dan pemberian pakan selanjutnya dilakukan pada sore hari, pakan bisa berupa daging ikan atau pelet tergantung mana yang akan kita berikan,  mudah kan???  Selamat mencoba

Sunday, 8 January 2017

CARA MENGANGKUT UDANG LIPAN

Ada yang tahu Udang Lipan,  atau udang Ronggeng atau Udang Getak,  banyak nama juga jenis udang satu ini selain itu jenis udang ini juga punya nilai jual tinggi karena rasanya yang lezat,  memiliki struktur tubuh yang dibungkus cangkang dan memiliki duri-duri yang sangat tajam,  apa bila kurang hati-hati berdampak luka pada tangan kita sehingga untuk menangkapnya perlu keahlian dan kehati-hatian, nah ada beberapa cara yang perlu kita pelajari apabila kita akan menagkap dan membawa udang tersebut secara hidup,  cara ini sangat sederhana dan tidak memerlukan alat yang banyak,  apabila tujuannya untuk dijual kembali ke pengepul atau ke restauran yang jaraknya bisa ditempuh melalui jalur darat dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses transportasinya,  berikut cara yang akan saya jelaskan disini.

1. Peralatan
Udang Lipan tidak bisa dibawa begitu saja alias ditumpuk satu sama lain karena struktur tubuh udang tersebut dipenuhi duri dan bisa mencederai udang-udang lainnya,  maka kita perlu alat sederhana untuk menempatkan udang tersebut dengan posisi tegak dimana ekor kebawah dan kepala diatas,  alat yang kita gunakan adalah plastik mika yang cukup tebal,  karena jenis plastik ini kaku maka bisa bentuk lingkarang membentuk selongsong dan disamakan dengan ukuran tubuh udang yang akan kita kemas,  kita bisa potobg plastik mika tersebut lalu direkatkan dengan lakban disatukan ujung satu dengan ujung satunya lagi,  swhingga dengan alat sederhana ini kita tinggal memasukan udang dimulai dari kepala lalu kita dorong ke ekor plastiknya sampai udang terbungkus semua,  setelah itu barulah kita bisa tempatkan dikeranjang yang biasa untuk membawa kepiting,  setelah itu kita susun satu persatu dengan susunan tegak keatas dimana ekor dibawah dan kepala diatas,  ingat kita membawa udangnya tanpa air alias kering.

Setelah tersusun barulah atasnya kita tutup dengan karung yang dijahit menggunakan tali rafia ketepi keranjang,  ikat dengan kuat ran kencang supaya udang tidak keluar dari selongsongnya.

2. Proses pengangkutan
Apabila kita menggunakan sepeda motor atau mobil bak terbuka maka usahakan ditengah susunan udang kita beri es batu dengan membekukan air mineral botolan lalu dibungkus dengan korang dan ditempatkan ditengah susunan,  hindari sinar matahari langsung dan tidak boleh pula disekap tanpa sirkulasi udara,  sedangkan dengan menggunakan mobil tertutup dianjurkan mobil yang dilengkapi dengan air conditioner (AC) .

Posisi keranjang tidak boleh dibalik atau ditaruh pada posisi miring apalagi ditimpa dengan barang lainnya hal ini membahayakan udang tersebut,  dengan cara diatas udang bisa tahan dengan lama perjalanan maksimal 10jam.

3. Perlakuan terhadap udang ketika sampai pada tujuan pengiriman.
Setelah sampai pada tempat tujuan udang jangan langsung dicemplungkan kedalam kolam,  melainkan kita siram terlebih dahulu dengan air asin sambil diangin-angin siram secara menyeluruh sampai badan udang tersiram oleh air, alangkah bagusnya kalau kita beri kipas angin, setelah kurang lebih 3menit baru kita cemplungkan ke dalam kolam satu persatau sambil dihitung ulang,

Ada jenis udang yang tidak tahan dalam proses pengangkutan sehingga berujung dengan kematian,  hal itu disebabkan oleh udang yang baru ganti kulit atau moulting tanda yang bisa kita lihat dari warna cangkang yang pucat dan isi dalam atau dagingnya yang kurang berisi atau kosong,  kontur cangkang juga cenderung lembut dan udangnya tidak agresif.

Demikian semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan tentang Udang Lipan.